Pentingnya Menjaga Kesuburan Tanah untuk Penghematan Pupuk

 



Kabarrimboilir.blogspot.com – BOGOR – Dosen Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Ir. Gunawan Djajakirana, M.Sc menjelaskan mengenai pentingnya mempertahankan tanah yang ‘hidup’ atau subur untuk mengurangi penggunaan pupuk buatan.


Hal ini disampaikan dalam 3rd International Conference on Natural Resource and Environmental Conservation di IPB International Convention Center pada hari Kamis, 27 Oktober 2022.

Gunawan menjelaskan bahwa ketika mempelajari ekosistem hutan, ditemukan pentingnya keanekaragaman hayati antara tumbuhan diatas tanah dan didalam tanah. Ekosistem inilah yang membuat tanah di hutan menjadi ‘hidup’ dan dapat memberi nutrisi yang seimbang bagi tanaman yang tumbuh diatasnya.


Dalam relasi ini, penting sekali bagi perkebunan sawit untuk memperhatikan keanekaragaman hayati di atas tanah dan di dalam tanah di area perkebunan.


Berbicara tumbuhan di atas tanah, bukan berarti mengganti sawit dengan tumbuhan lain. Gunawan menjelaskan pentingnya keanekaragaman hayati di bawah tanaman sawit, misalnya pakis, rumput atau tanaman pendek lainnya.


Menurut penelitian di beberapa perkebunan sawit, Gunawan mengkategorikan kondisi perkebunan menjadi 3 yakni: (1) kebun seperti area parkir mall di kota, adalah kondisi di mana tidak ada tanaman lain yang tumbuh di antara sawit dikarenakan semua habis dibunuh baik menggunakan racun ; (2) kebun seperti perkebunan biasa, adalah kondisi di mana ada sedikit tanaman seperti pakis atau rumput yang terlihat di antara tanaman sawit, biasanya terjadi karena petani sedikit menggunakan racun dan atau membabat secara tradisional; dan (3) kebun seperti hutan di mana banyak terlihat tanaman di antara tanaman sawit dan kerap dianggap seolah tidak terurus karena jarang dibabat atau dibabat tapi hasil babat dibiarkan di situ.


Menurut Gunawan, secara keberlanjutan tanah dan keanekaragaman hayati, maka kebun kategori 3 adalah yang paling berkelanjutan.


Hal ini dikarenakan banyaknya jenis tanaman atau hayati yang tumbuh di atas tanah dan di bawah sawit, sehingga membuat ekosistem semakin seimbang. Dalam kondisi ekosistem yang seimbang, maka lingkaran produksi biomasa dan nutrisi akan semaking tinggi. Dengan demikian, tanah di area tersebut akan semakin hidup dan gembur.


Karenanya Gunawan menyarankan agar pekebun tidak menggunakan racun untuk tanaman disekitar sawit tapi hanya cukup dengan menebas tanaman tersebut dan membiarkan hasil tebasannya di situ saja. Dengan begitu maka tanaman tersebut akan mengalami penguraian secara alami ke dalam tanah dan tanah akan menguraikannya menjadi nutrisi yang diperlukan oleh tanaman seperti nitrogen, fosofor, dan kalium.


Dengan melakukan ini, maka petani akan dapat mengurangi penggunaan pupuk buatan karena tanah yang gembur memberikan unsur hara yang cukup, sehingga pupuk buatan hanya diperlukan untuk meningkatkan produktivitas sesuai dengan target yang diinginkan oleh petani.


“Sebetulnya kalau petani mau mengelola kebun yang kayak hutan itu tadi. Pupuk jauh lebih sedikit. Tinggal mengikuti dosis untuk mencapai target produktivitas seperti apa. Seperti perusahaan besar itu kan mereka punya target berapa makanya tau mau pupuk seberapa dosis,” papar Gunawan kepada sawitsetara.


 


 


Jur: Goldameir

Red: Maria Pandiangan



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bung Afid Azwen Sosok Muda Bernergi, Calon Kepala Desa Purwodadi, kecamatan Rimbo bujang.

PCNU Tebo buka Penataran Wisuda Santri Pagar Nusa Cabang Tebo gelombang 1 di Rayon PP Raudhatul mujawwidin.

Ky Husni Mubarok,SHI.MH Pimpinan Pondok Pesantren Modern Cendikia Qurani Tebo, Selamat dan sukses.